Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2019

Hai Proletar

Hai proletar, malang nian nasib mu Semakin hari makin terpinggirkan Bercengkrama dengan kesengsaraan Dan tak ada yang memikirkan Istri mu sibuk jadi tukang cuci, sementara kau jadi kuli Terkadang dunia seakan memberi simpati Tapi sayang hanya simpati semu semata Tak ada yang mereka berikan selain sedekah Ya sedekah, yang nilainya tak seberapa Tapi cukup tuk menjatuhkan harga dirimu Jika kau menolak, mereka menyebutmu angkuh Jika kau menuntut hak mu, mereka menganggap mu pengemis Sungguh ironis Malam telah larut Dan jiwa mu makin menciut Di wajah mu yang keriput Tergambar jelas carut marut Ah, baik nya kita akhiri saja semua ini

Klas Menengah Ngehek, Singkirkan!!!

Klas menengah ngehek, selain merupakan klas yang paling tak progresif juga adalah klas yang diskriminatif kebawah, sekaligus terdiskriminasi oleh yang diatas nya. Watak dan perilakunya teramat norak dan setengah feodal, demikian jenaka nya klas yang satu ini. Secara garis besar, klas menengah ngehek ini dilahirkan dari sistem ekonomi yang juga menengah. Artinya tidak liberal kapitalis, juga tidak sosialis sama sekali. Biasanya mereka ini juga muncul dari dasar kemiskinan, yang karena kepandaiannya menjilat para borjuasi akhirnya mereka dapat pula menjadi borjuasi. Kendati hanya sebatas jadi borjuasi kecil. Walaupun secara kepemilikan pribadi kaum ngehek ini tidak sebanding dengan para borjuasi besar. Akan tetapi, mereka ini lagak nya melebihi borjuasi yang asli. Keangkuhan yang di buat-buat, sungguh teramat menggelikan sekaligus memuakkan. Lebih dahulu klas ini harus disingkirkan bila klas pekerja berkeinginan merevolusi keadaan dan cara produksi. Karena klas menengah ini, kend...

Manifesto Milenialist Murba

Generasi Milenial adalah generasi yang di kemudian hari akan memimpin negeri ini. Akan tetapi, gejala yang tampak pada hari-hari ini ialah bahwa banyak dari kaum milenial itu yang malahan berwatak oportunis, hedonis, dan konsumtif. Oleh sebab apa? Ialah karena rendahnya minat membaca. Sehingga gerak dan langkahnya menjadi liar dan tak terarah. Hal ini, demikian mengkhawatirkan bagi keberlangsungan negara dimasa depan. Oleh karenanya, berangakat dari kekhawatiran itu. Maka diputuskanlah bagi kaum milenal untuk membuat suatu gerakan. Yang berkarakter dan berjiwa, sesuai dengan apa yang digagas para pendiri bangsa. Yaitu: 1. Kaum milenial harus mau bekerja sepenuhnya demi kepentingan masyarakat banyak. 2. Membangun masyarakat baru, tanpa eksploitasi dan diskriminasi manusia atas manusia, maupun manusia atas alam. 3. Bersatu padu melawan hegemoni dari neo kolonialisme-imperialisme yang masih terus tumbuh dan berkembang.