Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2019

Memurnikan Marxisme dari Kebusukan Partai Politik

Para intelektual borjuis hampir selalu mengolok-olok bahwa Marxisme telah bangkrut. Dan mereka selalu mengambil contoh dari runtuhnya Uni Soviet dan berkhianatnya Partai Komunis Cina dari sistem Sosialisme ke Kapitalisme. Padahal Marx sendiri tak pernah mencanangkan berdirinya suatu partai politik yang berlandaskan pada marxisme. Oleh karena Partai politik dan negara itu sendiri merupakan alat penopang bagi kekuasaan borjuasi. Sehingga tidak kompatibel dengan perjuangan kelas pekerja. Partai politik juga, sebagai mana di ketahui tak melulu bicara ideologi. Dalam prakteknya mereka bisa berubah-ubah menyesuaikan keadaan yang ada. Bisa jadi mereka bekerja sama dengan borjuasi ketika hal itu dapat menguntungakan partai mereka. Pencatutan komunisme dalam partai politik ini sendiri di mulai oleh Lenin. Pemimpin partai komunis rusia. Yang kemudian mempengaruhi berdirinya partai komunis China di bawah Mao Zedong. Pada masa jaya nya kedua partai ini menggembar-gemborkan diri sebagai part...

Pembangunan Perumahan dan Dampaknya Atas Lingkungan

Beberapa tahun belakangan ini, para pengembang berlomba-lomba mendirikan proyek perumahan, mulai dari perumahan rakyat yang di subsidi negara, hingga perumahan menengah dan bahkan elite. Sekilas hal ini terlihat bukan merupakan masalah. Terlebih di imbuhi dalih bahwa rangkaian pembangunan tersebut berdampak baik bagi pertumbuhan ekonomi di daerah setempat, karena dapat menyerap tenaga kerja, memodernkan satu daerah, dan alasan lainnya yang dibuat-buat. Pertangaannya, apa benar pembangunan perumahan dapat memicu laju ekonomi di daerah setempat, dan berdampak baik pada wilayah tersebut?  Jawabannya iya, akan tetapi sangat tidak seimbang dengan dampak buruk yang dialami lingkungan tersebut. Sebagai contoh, dibeberapa proyek perumahan. Dahulunya merupakan rawa, tempat bergenangnya air, hujan maupun pasang. Disana, ikan-ikan dan ragam satwa lain dapat tumbuh dan berkembang. Namun ketika serangan alat-alat berat telah tiba, rawa tersebut di timbuni tanah. Pohon-pohon di tebangi, d...

Kepemilikan Pribadi, Alamiah atau Dipaksakan?

Banyak yang mengatakan bahwa kepemilikan pribadi adalah suatu hal yang alamiah. Hal ini bertujuan untuk melegitimasi keberadaan kapitalisme. Padahal fakta yang terjadi malah sebaliknya. Di bawah sistem kapitalisme, manusia justru kehilangan kemanusiannya. Karena dibelenggu oleh kebutuhan-kebutuhan hidup yang dikuasai oleh para kapitalis. Oleh karenanya, dapat di katakan bahwa kepemilikan pribadi atas alat-alat produksi adalah hal yang di paksakan. Contohnya saja tanah, hari-hari ini. Harganya begitu tinggi sehingga banyak masyarakat yang akhirnya tidak memiliki tanah untuk membangun rumah dan kemudian terpaksa harus mengontrak agar mendapat tempat untuk bernaung. Contoh lain lagi mengenai terkikisnya kemanusian dari manusia itu sendiri akibat sistem kapitalisme adalah minimnya solidaritas antar sesama manusia, terlebih pada lingkungan hidup dan juga satwa. Apa yang terjadi juga kebalikannya, alih-alih melahirkan sikap solidaritas. Masyarakat akhir-akhir ini justru saling tikam, sa...

Devide et Impera, Diantara Kelas Pekerja

Kaum borjuasi, telah memecah belah kekuatan revolusioner, lewat sistem pengupahan yang di bedakan. Antara si penjilat dan mereka yang tetap mempertahankan independensinya. Akibatnya hari-hari ini, arah juang rakyat pekerja semakin tidak menentu. Sebagian mereka yang berada di garis bawah, yang hak nya tercabik-cabik oleh sistem kerja yang memeras tenaga dan otak. Kini mulai di tinggal oleh kawan-kawannya sendiri sesama kelas pekerja. Oleh karena posisi dan upah yang kini di berikan kepada nya telah sesuai dengan kebutuhannya. Sehingga si pekerja ini merasa bahwa kalau mau hidup enak, haruslah menjilat pada pengusaha. Dan bukanlah dengan jalan revolusi, merubah cara produksi yang lebih adil. Sampai disini, sudah nampak jelas ketimpangan yang di hasilkan oleh para borjuis-kapitalis. Dan kekacauan yang hendak ia hasilkan sehingga mendapatkan pekerja dengan upah murah dengan hanya memberi hasil lebih kepada 2-3 pekerja saja. Lalu bagaimana dengan nilai lebih yang di hasilkan peker...

Kaum Anarkis, Yang Putus Harapan

Kaum anarkis, kaum yang terbuang,Yang dilecehkan oleh peradaban. Kaum anarkis, kaum yang frustrasi, yang tak punya visi dan kehilangan harapan. Kepala mereka terbenam di lumpur, dan tubuhnya terpecut dan melebur. Kaum anarkis, kaum papa harta dan juga logika terkubur di bawah pohon kelapa. Alkohol sebagai candunya, dan maki-maki sebagai senjata. Bergerilya mencari suaka, namun sayang memikirkan diri sendiri saja. Kaum anarkis, digiling gilas oleh sejarah Dan jiwa nya habis terpapas amarah Angin membawa bau baju mereka Kedunguan melekat pada otaknya Kaum anarkis, berbaris sepanjang jalan Memamerkan kekosongan pikiran Kaum anarkis, memalukan dan memilukan. Sekian