Banyak yang mengatakan bahwa kepemilikan pribadi adalah suatu hal yang alamiah. Hal ini bertujuan untuk melegitimasi keberadaan kapitalisme. Padahal fakta yang terjadi malah sebaliknya. Di bawah sistem kapitalisme, manusia justru kehilangan kemanusiannya. Karena dibelenggu oleh kebutuhan-kebutuhan hidup yang dikuasai oleh para kapitalis. Oleh karenanya, dapat di katakan bahwa kepemilikan pribadi atas alat-alat produksi adalah hal yang di paksakan.
Contohnya saja tanah, hari-hari ini. Harganya begitu tinggi sehingga banyak masyarakat yang akhirnya tidak memiliki tanah untuk membangun rumah dan kemudian terpaksa harus mengontrak agar mendapat tempat untuk bernaung. Contoh lain lagi mengenai terkikisnya kemanusian dari manusia itu sendiri akibat sistem kapitalisme adalah minimnya solidaritas antar sesama manusia, terlebih pada lingkungan hidup dan juga satwa. Apa yang terjadi juga kebalikannya, alih-alih melahirkan sikap solidaritas. Masyarakat akhir-akhir ini justru saling tikam, saling sikut demi memperoleh makanan yang lezat sambil terus berupaya memonopolinya.
Persaingan yang demikian ini, tidak lain diakibatkan oleh pola kapitalisme yang melegalkan kompetisi dalam hal penguasaan alat-alat produksi oleh individu. Sehingga mau tak mau, kelas yang tak memiliki apa-apa selain tenaga dan otak harus mau menjadi kacung borjuis agar dapat bertahan hidup. Ini pula lah yang menyebabkan tingginya perilaku kriminal di dalam masyarakat adidaya sekalipun. Seperti hal nya Amerika Serikat, Inggris dan lain sebagainya.
Dengan uraian singkat ini, semoga dapat menyadarkan kita semua. Bahwa kondisi sekarang ini sama sekali tidak alamiah, bahkan justru bertentangan dengan sifat dasar manusia. Terutama sekali watak kaum agama yang mengandaikan kehidupan yang aman dan damai serta berkeadilan agar dapat mengerjakan perintah agama dengan hati lapang, tidak was-was akan krisis finansialnya era kapitalisme seperti yang sekarang tengah terjadi.

Komentar
Posting Komentar