Para intelektual borjuis hampir selalu mengolok-olok bahwa Marxisme telah bangkrut. Dan mereka selalu mengambil contoh dari runtuhnya Uni Soviet dan berkhianatnya Partai Komunis Cina dari sistem Sosialisme ke Kapitalisme. Padahal Marx sendiri tak pernah mencanangkan berdirinya suatu partai politik yang berlandaskan pada marxisme. Oleh karena Partai politik dan negara itu sendiri merupakan alat penopang bagi kekuasaan borjuasi. Sehingga tidak kompatibel dengan perjuangan kelas pekerja.
Partai politik juga, sebagai mana di ketahui tak melulu bicara ideologi. Dalam prakteknya mereka bisa berubah-ubah menyesuaikan keadaan yang ada. Bisa jadi mereka bekerja sama dengan borjuasi ketika hal itu dapat menguntungakan partai mereka.
Pencatutan komunisme dalam partai politik ini sendiri di mulai oleh Lenin. Pemimpin partai komunis rusia. Yang kemudian mempengaruhi berdirinya partai komunis China di bawah Mao Zedong. Pada masa jaya nya kedua partai ini menggembar-gemborkan diri sebagai partai yang berhaluan komunis. Padahal di dalam prakteknya berbeda sama sekali. Sebagai partai politik kedua partai ini lebih banyak terlibat persaingan dengan dunia barat yang di cap sebagai negara-negara imperialis-kapitalis. Dengan mengorbankan rakyat mereka sendiri demi memenuhi hasrat mereka untuk berkuasa.
Hal ini, lain sama sekali dengan apa yang di pikirkan Marx dan Engel yang mengandaikan masyarakat tanpa eksploitasi. Yang bekerja tanpa ada nilai lebih yang tercuri oleh kelas borjuasi. Dengan begitu dapat memenuhi kebutuhannya sendiri. Tanpa perlu terjebak pada persaingan yang selalu menghasilkan ketimpangan. Dimana yang menang akan berkuasa, sementara yang kalah akan teralienasi. Oleh karena nya Marx maupun Engels menekankan pentingnya kelas pekerja mengorganisir diri. Merebut alat-alat produksi, dan inilah sebenarnya hakikat dari sebuah revolusi.
Alih-alih menjadi kelas baru yang menindas, kelas pekerja yang memenangkan revolusi seharusnya perlahan-lahan melenyapkan kelas-kelas sosial yang tercipta pada masa kekuasaan feodal dan kapitalisme. Menuju pada masyarakat tanpa kelas. Dengan demikian tidak benar pernyataan bahwa marxisme sudah bangkrut, sebab metodologinya pun belum dijalankan sepenuhnya. Adapan kedua negara( RRC & Uni Soviet) hanyalah pencatut nama marxisme belaka. Bukan sebagai yang benar-benar menjalankan marxisme secara utuh.

Komentar
Posting Komentar