Beberapa tahun belakangan ini, para pengembang berlomba-lomba mendirikan proyek perumahan, mulai dari perumahan rakyat yang di subsidi negara, hingga perumahan menengah dan bahkan elite. Sekilas hal ini terlihat bukan merupakan masalah. Terlebih di imbuhi dalih bahwa rangkaian pembangunan tersebut berdampak baik bagi pertumbuhan ekonomi di daerah setempat, karena dapat menyerap tenaga kerja, memodernkan satu daerah, dan alasan lainnya yang dibuat-buat.
Pertangaannya, apa benar pembangunan perumahan dapat memicu laju ekonomi di daerah setempat, dan berdampak baik pada wilayah tersebut? Jawabannya iya, akan tetapi sangat tidak seimbang dengan dampak buruk yang dialami lingkungan tersebut. Sebagai contoh, dibeberapa proyek perumahan. Dahulunya merupakan rawa, tempat bergenangnya air, hujan maupun pasang. Disana, ikan-ikan dan ragam satwa lain dapat tumbuh dan berkembang. Namun ketika serangan alat-alat berat telah tiba, rawa tersebut di timbuni tanah. Pohon-pohon di tebangi, dan lain sebagainya.
Dengan tertimbunnya rawa tersebut, lantas kemanakah air hujan maupun pasang berlabuh? Tentu saja kedaerah yg lebih rendah. Akibatnya, bencana banjir tak dapat lagi terhindarkan. Sementara ikan-ikan dan satwa lainnya terpaksa harus mengungsi. Atau mati tertimbun tanah tanpa sempat berlari. Sungguh kejamnya perilaku yang demikian ini.
Penduduk sekitarpun tak kalah menyedihkannya, selain akses jalan yang kadang-kadang hancur akibat dilewati truk-truk pengangkut tanah. Mereka juga harus merasakan suhu panas yang naik, akibat pohon-pohon di tebangi. Terlebih jika rumah-rumah yang di bangun tersebut dipasangi AC oleh pemiliknya. Maka suhu panas yang dihasilkan akan berlipat-lipat dari biasanya. Karena sudah lazim di ketahui, jika sistem kerja AC adalah membuang panas, keluar ruangan. Sehingga ruangan tersebut akan terasa sejuk.
Lalu bagaimana dengan dampak bagi ekonomi? Jawabannya lagi-lagi 'ya'. Sebab bila ada proyek tentu ada pekerja yang di perlukan. Akan tetapi, para pekerja yang diambil tidak selalu berasal dari penduduk setempat. Bahkan biasanya, para pengembang menarik pekerja dari daerah lain, yang dapat dibayar dengan upah murah. Lagi pula, keuntungan yang diraih pengembang dari satu titik proyek, tidak mungkin di pakai di titik itu saja. Bahkan keuntunagan tersebut, akan dibawa keluar dari tempat ia dihasilkan.


Komentar
Posting Komentar